Kamis, 15 Oktober 2015

Nikita Khruschev :
Restrukturisasi Kepemimpinan Stalin
Yuli Lestari/201310360311122/C
Dosen Pembimbing : Hafid Adim Pradana, MA
 



Pendahuluan
            Pada tahun 1953 sepeninggalnya Stalin mengalami transisi kepemimpinan yang krusial. Sebenarnya Stalin telah menyiapkan calon pemimpin yang baru Soviet, yaitu Geogry Malenkov. Namun, khruschev tidak terima dan merancang scenario sedemikian rupa sehingga Malenkov pada tahun 1955 harus menanggalkan jabatanya sebagai sekretaris jendral.
            Teror Gulag terungkap sepeninggal Stalin, dimana penggantinya, Nikita Khruschev dengan program Destalinisasi mengungkap berbagai kejahatan seputar kamp konsentrasi itu. Menurut data yang diungkap pada masa Khruschev, jutaan orang menjadi korban represi dengan tuduhan tindak kejahatan kontra-revolusi (3,7 juta orang) dimana 642 ribu dijatuhi hukuman mati, sementara sisanya dibuang atau dikirim ke kantong – kantong Gulag di pelosok negeri.
            Deportasi pada tahun 1936 hingga tahun 1952 tercatat sekitar 3 jutawarga soviet dari berbagai suku bangsa dipindahkan secara paksa ke wilayah – wilayah yang jauh dari tempat asalnya. System deportasi ini ditangani oleh Bagian Deportasi NKVD yang pada tahun 1940 diubah menjadi Glavnoe Pereselencheskoe Upravlenie (Direktorat Utama Deportasi). Proses deportasi pada umumnya dilakukan secara tidak manusiawi. Ribuan kepala keluarga ditangkap dan digiring ke gerbong – gerbong kereta api untuk dikirim ke tempat – tempat tujuan. Perjalanan menembus wilayah gersang bisa memakan waktu berpuluh – puluh hari. Tak sedikitpara deportan yang meninggal di perjalanan sebelum sampai di tempat tujuan.
            Kebijakan represif Stalin ini dihentikan setelah diktator itu meninggal pada tahun 1953. Korban – korban represi oleh pemerintahan Khruschev di rehabilitasi dan dikembalikan ke daerahnya masing – masing.

Upaya Rekontruksi dari Atas
            Pada tahun 1955 mekanisme dunia Komunis Rusia tampak seperti besi yang rusak dan berkarat. Di dalam negeri Nikita Khurschev bekerja keras untuk menyusun kembali suatu organisasi komunis yang berlandaskan fraksi – fraksi, sambal memperkokoh kedudukannya untuk merebut tahta yang telah kosong sepeninggal Stalin. Diluar Rusia, didalam partai Komunis yang tersebar diseluruh dunia tampak jelas kerusakan akibat kematian Stalin.
            Khruschev dikaitkan dengan sebuah era tersendiri dalam sejarah Soviet, yang disebut masa pencairan (Thaw). Khurschev merupakan tokoh yang lebih berpikir tentang masa depan daripada masa yang sedang dijalanya. Khruschev meruapkan tokoh dan pemimpin yang menonjol. Dibakar oleh ungkapan anti Stalin, muncullah berbagai revolusi di daerah – daerah jajahan Rusia. Revolusi yang pertama terjadi di Jerman, di Cekoslavia pada tahun 1953, telah di kaburkan oleh revolusi di Polandia dan perjuangan – perjuangan bangsa Hongaria yang menelan banyak korban pada tahun 1956.
            Awal masa Khruschev menduduki kursi tertinggi Partai Komunis Uni Soviet setelah meninggalnya Stalin pada awal tahun 1953. Tak lama setelah memegang tampuk pimpinan, Khruschev mengumumkan arah kebijakan pemerintahanya yang secara garis besar merupakan koreksi terhadap pemerintahan Stalin (Destalinisasi). Periode ini menjadi periode yang “sejuk” setelah sekian lama masyarakat soviet hidup dalam system yang keras gaya Stalin. Berbagai perubahan baik di idang politik, social dan budaya secara umum terjadi secara dramatis.[1]
            Mungkin inilah upaya pertama pengenalan demokrasi dalam masyarakat rusia yang selama sekian dasawarsa, bahkan selama sekian abad tak mengenal demokrasi. Langkah – langkah penting dalam upaya demokratisasi kehidupan social politik adalah antara lain : penghentian penyelidikan “Kasus Dokter”[2], pembebasan tahanan politik yang terlibat dalam “Kasus Mingrels”[3].
            Selain Khruschev berusaha memberantas system komando admiitrasi – birokrasi yang menjadi tumpuan pada masa Stalin, yakni dengan melancarkan kebijakan – kebijakan penghentian praktek pengkultusan figure Stalin : dilakukan reorganisasi dan perombakan besar – besaran di tubuh departemen dalam negeri dan organ – organ keamana negara, serta berbagai rehabilitasi terhadap korban – korban represi Stalin.
            Nikita Sergeyevich Khrushchev atau yang biasa dikenal dengan Nikita Khrushchev merupakan negarawan dari Uni Soviet. Lahir di Kursk, Ukraina pada tanggal Selasa 17 April 1984. Setelah ia berebut kekuasaan dengan Stalin, Khrushchev menjabat sebagai Sekjen Partai Komunis Uni Soviet tahun 1953 sampai 1964. Ia juga sempat menjadi Perdana Menteri di tahun 1958 sampai 1964. Namun, di tahun 1964, ia diturunkan dari jabatannya oleh Partai Komunis dan perannya sebagai Perdana Menteri digantikan oleh Leonid Brezhnev. Khrushchev sering mengkritik gaya kepemimpinan Stalin dalam memimpin Uni Soviet. Karena hal itu, banyak pendukung Stalin yang tidak menyukai Khrushchev. [4]
            Salah satu bentuk nyata dari reformasi Khruschev adalah dihapusnya system Gulag yang merupakan bentuk represi fisik – psikis bangsa Rusia dibawah rezim Stalin. Kebijakan de-Stalinisasi yan dilancarkan Khruschev berbagai politik dan ekonomi, ternyata menimbulkan ketidaksenangan di kalangan aparat pemerintahan maupun petinggi partai Komunis. Menurut mereka hal ini mampu mengancam posisi partai komunis.
Pencapian pada masa Khruschev
            Dalam bidang kesusastraan muncul berbagai karya – karya sastra besar seperti “Sehari dalam kehidupan Ivan Denisovich”, “Gulag Archipelago”, karya Aleksandr Solzzhenitsyn, “Doktor Zhivago” karya Boris Pasternak dan sebagainya. Uni Soviet muncul sebagai Negara yang sukses mengirimkan manusia ke luar angkasa dengan penerbangan kosmonot Yuri Gagarin tahun 1961. Sebelumnya pun pada tahun 1957 Soviet meluncurkan satelit bumi buatan yang mengarungi angkasa untuk pertama kalinya.
Pemerintahan Khruschev melihat pentinya upaya diplomasi dalam upaya mengurangi ketengan di dunia dengan cara membuka kerjasama Uni Soviet dengan Negara – Negara di dunia. Tahun 1954- 1956 tercatat beberapa perundingan bilateral Uni Soviet dengan beberapa Negara di Eropa dan Asia. Sebagai hasilnya normalisasi hubungan diplomatic dengan Austria dan Republik Federal Jerman, perjanjian – perjanjian pengehntian Perang dengan Jepang (1956). Pada masa kepemimpinan Khruschev, tercatat sekitar 6.000 perusahaan telah dibangun di berbagai Negara diseluruh dunia dengan dukungan dari Uni Soviet. 
Salah satunya yaitu bentuk kerjasama atau kedekatan antara Rusia dengan Indonesia. Betapa eratnya hubungan personal Soekarno dan Nikita Kruschev dapat dibaca dari tulisan Duta Besar Hamid Awaludin “Sahabat Lama Era baru”. Diceritakan bahwa pada tahun 1955, Soekarno berkunjung ke Leningrad (sekarang St Petersburg), sebuah kota bersejarah dan Indah. Di Leningradi Soekarno melihat sebuah masjid berkubah biru berarsitektur Asia Tengah yang dijadikan gudang oleh Pemerintah Komunis Rusia. Soekarno kecewa melihat hal itu sehingga ketika ditanya kesannya oleh Kruschev, ia menjawab bahwa Leningrad bukan kota yang indah.
Kruschev tentu saja heran dengan pernyataan tersebut, bagaimana mungkin keindahan Leningrad tidak terlihat oleh Soekarno. Namun setelah mengetahui alasannya, Kruschev memahami kekecewaan Soekarno. Karena itu 10 hari setelah kunjunganSoekarno, Kruschev merenovasi dan memerintahkan pengembalian fungsi masjid sebagai tempat ibadah. [5]
Upaya menjalin hubungan harmonis dengan berbagai Negara lainnya yakni Asia, Eropadan  Amerika Serikat juga dilakukan Khruschev. Khruschev juga pernah mencanangkan koeksistensi damai yang berhubungan dengan NATO. Khruschev pun melakukan berbagai kunjuang di berbagai Negara salah satunya yakni di Amerika Serikat. Kunjungan pertama kali khruschev bertemu dengan Eisenhouer pada September 1959. Walaupun usaha normalisasi ini tidak berjalan dengan baik. Kunjunagan kedua pada masa Presiden Kennedy, namun ketidaksepahaman mengenai status Berlin membuat kedua Negara adi kuasa itu tetap menjaga jarak. Hubungan ini semakin memburuk ketiak 19 Agustus 1961 pemerintah Jerman Barat membangun Tembok Berlin yang meruak perjanjian Postdam[6].
Perang Dunia ke II merupakan masa dimana bangsa Rusia menunjukkan peranannya dalam penyelamatan Eropa. Perang yang menaln korban lebih dari 28 juta rakyat Soviet ini dalam sejarah Rusia dikenal dengan Peranh Patriotik Besar (Velikaya Otechestvennaya). Perang yang disebabkan provokasi terbuka Jerman dengan menyerang Polandia di perbatasan kedua Negara. Tepat tanggal 1 september 1939 sebanyak 57 divisi tentara Jerman diiringi sekitar 2.500 tank dan 2.000 pesawat terbang menyerbu Negara Slavia Barat.
Ambisi Hitler untuk menguasai Eropa, Jerman yang terikat dengan perjanjian rahasia untuk tidak saling menyerang. Tetapi, dengan mengabaikan perjanjian rahasia tersebut tanggal 22 Juni 1941 jerman menyerang Uni Soviet, dan menyeret Rusia ke perang dunia ke II. Minggu tanggal 22 Juni 1941 sekitar 5 juta pasukan Jerman yang terbagi dalam 190 divisi, 4 ribu tank dan 5 ribu peswat menyerang wilayah Soviet dengan tujuan menguasai Leningrand. Fasisme [7] Jerman mengerahkan 70 persen kekuatannya untuk melumpuhkan Soviet di hari pertama penyerbuan. Pada hari pertama saja serangan udara Hitler telah menghancurkan 1.200 pesawat Soviet dan malemahkan pertahanan Negara pimpinan Stalin tersebut. [8]
Perlawanan sengit terjadi di kota seluruh penjuru Rusia. Sejarah mencatat persitiwa dramatis dalam mempertahankan dan memukul balik kekuatan Jerman seperti di Kota – kota seperti : Moskow, Stalingrad, dan Leningrad. Sekitar 26 juta hingga 30 juta rakyat Soviet menjadi Korban dalam perang tersebut. Namun demikian korban yang gurgu tidak menjadi hal yang sia – sia belaka. Angka tersebut memang teramat mahal. Namun sejara mencatat hal ini untuk membebaskan Eropa dari Nazi-Hitler.
Rusia dan Jepang terikat perjanjian netralitas yang di tandatangani pada bulan April 1941. Hal ini juga menjadi alasan mengapa Rusia menolak AS untuk segera membuka fornt Timur Jauh yang memang sangat menguntungkan pihak sekutu. Namun perjanjiannitu dicabut karena karena Jepang tidak mengacuhkan ultimatum Rusia. Sebenarnya Rusia sangat berperan dalam berakhirnya Perang Dunia ke II namun hal ini sering diacuhkan dan hanya berfokus pada Bom Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki.
Perang Dingin : Perseturuan NATO dan Pakta Warshawa
            Setelah perang dunia yang usai, Rusia memperkuat otoritasnya dengan membentukhubungan kerjasama diplomatic dengan 52 negara. Tidak hanya itu saja Rusia ikut serta dalam Konfrensi Paris tahun 1946, dengan agenda membhasa nasib bangsa – bangsa bekas sekutu Jerman seperti : Italia, Bulgaria, Hungaria, Rumania, dan Finlandia. Pasca Perang Dunia ke II Rusia ikut serta memprakarsai berdirinya PBB pada tahun 1945.
Namun keadaan ini tidak berlangsung lama, Stalin menuduh Inggris dan AS melancarkan kebijakan – kebijakan yang di rasa agresif di luar dari kerjasama yang telah disepakati. Penyebab langsungnya adalah perpecahan dalam aliansi antara Uni Soviet, AS dan Inggeris. Mereka tidak sepakat mengenai penyelesaian masalah rekonstruksi negara-negara yang dikalahkan dalam perang, upaya memelihara ketertiban dan keamanan dunia, dan masalah penangamm perubahan sosial ekonomi.
Beberapa sejarawan berpendapat bahwa perang dingin sebenarnya tidak akan berkembang menjadi ketegangan internasional apabila Presiden Roosevelt tidak meningal dunia (April 1945) sebelum PD II berakhir, sehingga dia mampu menyelesaikan masalah-misalah akhir perang dan masa transisi untuk menciptakan perdamaian. Penggantinya tidak memiliki konsep yang sama mengenai tujuan dan kepentingan AS dalam urusan diplomatik dengan Uni Soviet. [9] Dikarenakan beberapa hal ini akhirnya terbentuklah dua blok besar yaitu Blok Barat dan Blok Timur.
            Amerika serikat pun menurangi itensitas kerjasama dengan Uni Soviet dan Uni Soviet melakukan kebijakan “Trai Besi” atau yang disebut dengan mengisolasi diri. Konfrontasi dua system kekuatan ini dikenal dengan istilah Perang Dingin 1946 sampai akhir tahun 1980-an yang ditandai dengan adanya perlombaan senjata, perimbangan kekuatan dan ancaman perang nuklir. [10] Pada tahun 1949 AS dan sekutu – sekutunya di Barat membentuk aliansi yang disebut dengan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) sedang Uni Soviet membentuk SEV atau Dewan Kerjasama Ekonomi Negara – Negara Sosialis.
            Pada tahun 1955 untuk mengimbangi kekuatan NATO, Soviet membentuk Organisasi Perjanjian Warshawa (OWD) atau yang lebih dikenal dengan Pakta Warsawa. Pakta Warsawa merupakan sebuah perjanjian persahabatan, kerjasama, politik dan militer yang ditanda – tanganioloeh Albania, Bulgaria, Cekoslavia, Rumania, Jawa Timur, Hungaria, Plandia dan Uni Soviet pada tahun 1955. Pakta Warsawa memiliki dua tugas utama dan dua cabang utama. Political Consultative Committee bertanggung jawab untuk kegiatan non-militer, sedangkan Unified Command of Pact Armed Forces mengkoordinasikan kekuatan militer dari negara anggota. Pakta Warsawa akhirnya dibubarkan pada tahun 1991 seiring dengan pembubaran Uni Soviet dan banyaknya negara bekas anggota yang beralih ke demokrasi. [11]
            Dalam Krisis Suez (1956), dukungan Soviet terhadap Mesir yang berupaya menasionalisasi Terusan Suez, menyebabkan sgresi kemarahan Inggris maupun Perancis. Penempatan rudal – rudaldan peralatan militer buatan Soviet di Kuba untuk megantisipasi kemungkinan agresi AS ke Negara sosialis itu menyebabkan Krisis Karibia pada tahun 1962 diaman AS mengumumkan blokadi militernya. Aksi militer di Kuba ini sebenarnya di picu oleh agresivitas AS dengan penempatan roket – roket taktisnya di teritori Turki. [12] Selama Perang Dingin setidaknya 19 kali Uni Soviet mengirim bantuan militer ke Negara – Negara yang dilanda konflik. Setelah Nikita Khruschev mundur pada 14 oktober 1964 puncuk pemimpinan Komite Sentral Partai Komunis Soviet dipegang oloeh Leonid Breschev.
Kesimpulan
Setelah meninggalnya Stalin pada tahun 1953 terjadilah perubahan terhadap negara-negara Komunis didunia. Sitasi ini mendorong pengganti Stalin melakukan pendekatan kepada pihak barat. Pendekatan pada pihak barat ini juga untuk meghindari terjadinya perang yang lebih besar karena semakin tingginyanya teknologi persenjataan yang telah dikuasi oleh pihak barat. Ketika Khruschev menjabat menjadi pemimpin Partai Komunis kebijakan  koeksistensi secara damai semakin diterapkan untuk menjaga keadaan perang dingin agar yang sudah terlalu memanas. Dibawah kekuasaan Khruschev, Uni Soviet menyatakan bahwa Khruschev tidak menyukai ajaran Stalin.  Khruschev membongkar kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh Stalin.
Pada masa pemerintahan Khurschev hubungan Uni Soviet dengan Negara – Negara Eropa, Asia, dan bahkan Amerika Serikat terjalin cukup baik. Khrsuchev juga pernah mencanangkan koesistensi damai yang berkaitan dengan NATO . Pada saat itu Uni Soviet telah membentuk Pakta Warsawa untuk mengimbangi dari adanya kekuatan NATO. Kejatuhan Khrushchev pada oktober ini merupakan puncak dari ketidakpuasan para pejabat politik Uni Soviet atas tingkah lakunya yang berlebihan bahkan acapkali dianggap “Norak” seperti insiden pemukulan Sepatu pada sidang PBB tanggal 12 Oktober 1960 ketika ia dikecam oleh Lorenzo Sumulong, ketua delegasi Filipina terkait masalah kebijakan represif Khrushchev terhadap eropa timur.
           

           



           



[1] Fahrurodji,A.2005. Rusia Baru Menuju Demokrasi. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia
[2] Lihat Rossi, J., Spravochnik Gulagu, T.2, 1991, hlm. 422 : kasus ini berawal dari tuduhan Stalin terhadap doter istana yang diduga akan melakukan pembunuhan terhadap dirinya.
[3] Kasus Mingrels mencuat ketika pemerintahan pusat menuduhkan tindakan spinase yang dilakukan kelompok nasionalis Mingrel (Gerogia) yang melibatkan pimpinan Partai Komunis setempat.
[4] Putri, Dyanara. Biografi Nikita Khruschev. Diakses pada (www.profilmerdeka.com, diakses pada 13 Oktober 2015)
[5] Lebang Tomi. 2010. Sahabat Lama, Era Baru: 60 Tahun Pasang Surut Hubungan Indonesia-Rusia. PT Grasindo Widiasarana Indonesia.
[6] Perjanjian Postdam diselenggarakan menyusul kekalahan Jerman pada Perang Dunia II berdasarkan prinsip “4D” : Denazifikasi, Demiliterisasi, Demonopolisasi, Demokratisasi. Perjanjian itu mengatur batas – batas wilayah di Negara tersebut.
[7] Fasisme dari bahasa Italia (Fascio) merupakan ideology, politik, dan organisasi yang reaksioner yang bertumpu pada ultra-nasionalisme, tindakan represi yang kasar, demagogi, dan control terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat dan kehidupan pribadi. Gerakan ini juga membenarkan ekspansi terhadap wilayah Negara lain dan sikap penghinaan terhadap demokrasi. Ideology ini muncul pertama kalinya di Italia dan mengalami perkembangan pesat dalam Gerakan Nazisme di Jerman.
[8] Fahrurodji,A.2005. Rusia Baru Menuju Demokrasi. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia
[9] http://file.upi.edu/
[10] Fahrurodji,A.2005. Rusia Baru Menuju Demokrasi. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia
[11] http://www.amazine.co/ “Apa itu Pakta Warsawa : Fakta, Sejarah dan Lain – lainnya”
[12] Fahrurodji,A.2005. Rusia Baru Menuju Demokrasi. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar