Kamis, 22 Oktober 2015

Yoseph Stalin :  
Si Diktator Bertangan Besi
Oleh Yuli Lestari/201310360311122
Dosen Pembimbing : Hafid Adim Pradana, MA
 



Pendahuluan

                Dalam sidang III Dewan Pekerja, Militer, dan Petani di Petrograd pertengahan Januari 1918, Kaum Bolselrvik meresmikan berdirinya Republik Soviet Rusia yang telah diproklamirkan pada siang sebelumnya pada tanggal 7 November 1917 dan mengubah namanya menjadi RSFRS (Republik Soviet Sosialis Federasi Rusia) . Sementara itu di arena internasional, Rusia tengah terlibat dalam perang dunia I. Sebagaimana amanat Sidang II Soviet Seluruh – Rusia tentang Dekrit Perdamaian , pemerintahan Bolsevik mendatangani damai dengan Jerman dan sekutunya. 
                Berakhirnya perang saudara yang mendapatkan dukungan penuh dari kekuatan tentara merah, terbentuklah 6 republik (Soviet) yang berdaulat secara formal di wilayah bekas Imperium Rusia yakni : Rusia (RSFSR), Ukraina, Belorusia, Azerbaijan, Armenia, dan Georgia. Keenam negara tersebut merdeka pada tahun yang hamper bersamaan dalam perang masa Perang Saudara. Jika Rusia (RSFRS) terbentuk pada tahun 1918 Ukraina telah terbentuk pada bulan Desember tahun 1817. Sedangkan Belorusia baru terbentuk pada bulan Januari 1919, Azerbaijan terbentuk pada bulan April 1920, Armenia terbentuk pada bulan November tahun 1920, dan Gerogia pada Februari tahun 1921.
               
               





                Lenin mendukung terbentuknya Uni Republik Sosialis Soviet (Uni Soviet) berdasarkan bentuk federasi, persamaan dan sukarela. Ini didukung dalam plenum Oktober Komite Sentralpartai pada tahun 1922. Di sisi lain stalin lebih melihat pada ide pembentukan Uni Soviet pada Otomisasi, dimana republic – republic baru itu masuk kedalam struktur RSFRS. Namun, kemudian usul lenin (system Uni Soviet) lebih diterima oleh masyarakat.
                Deklarasi tentang pembentukan Uni Soviet (USSR) yang terdiri dari RSFSR (Rusia), USSR (Ukraina), BSSR (Belarus), ZSSR (Zakaukasus, yakni : Gerogia, Armenia, dan Azerbaijan) diresmikan pada siding I seluruh – soviet tanggal 30 desember 1922. Dalam kesempatan tersebut juga disahkan Perjanjian Uni yang menjadi dasar eksistensi negara ini. Dengan demikian tanggal 30 desember 1922 merupakan hari lahirnya Soyuz Sovietskih Sostsialisticheskih Respublik/SSSR atau Uni Soviet-Soviet Republik Sosialis atau yang dipendekkan menjadi Uni Soviet.
                Beberapa tahun sejak kelahirannya, Uni Soviet yang mengusung semboyan : “Proletar Seluruh Negara Bergabunglah!” mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada tahun 1924 telah bergabung Uzbekistan dan Turkmenistan, lalu disusul Tadjikistan (1929), Kizgizia dan Kazakhstan (1936). Negara – negara Baltik seperti : Lituania, Estonia, dan Latvia bergabung pada tahun 1940.
                Sebagai sebuah negara yang terbentuk dari ide dibangunnya masyarakat Sosialis, Uni Soviet menempatkan ide Komunisme dan Partai Komunis pada posisi yang sangat sentral. Akibatnya, system politik yang monopartai dianggap sebagai suatu keharusan. Upaya oposisi terhadap partai di persepsi sebagai perlawanan terhadap ide komunisme yang disakralkan.
                Tahun 1898 Stalin bergabung menjadi anggota pasrtai Komunis (RSDRP) di usia 19 tahun. Kurang dari 15 tahun setelah itu ia telah menduduki jabatan sebagai Anggot Komite Sentral partai. Atas rekomendasi Lenin, April 1922 Stalin diangkat sebagai Sekjen Komite Sentral Partai Komunis Rusia (Boshelvik). Walaupun menjelang akhir tahun 1922 Lenin pernah menyarankan agar Stalin dipindah ke jabatan lain, namun pada kenyataanya jabatan itu tetap di duduki Stalin hingga kurang lebih 30 tahun kedepan.
                Sejak meninggalnya Lenin (1924) pucuk pemimpinan negara yang identik dengan kepemimpinan Partai Komunis terpecah sedikitnya dalam dua faksi : kubu Stalin dan kubu Trotsky. Perebutan pengaruh untuk mengisi puncak kekuasaan terjadi sejak saat itu. Stalin menggantikan Lenin dan menguasai Partai Komunis Uni Soviet sekaligus pimpinan negara. Ia memperkuat struktur birokrasi dan melancarkan kebijakan represif untuk menghancurkan lawan – lawan politiknya.  Dalam upaya untuk mempertahankan kekuasaan di tengah – tengah rongrongan lawan – lawan politiknya, Stalin menjalankan kebijakan yang dikenal dengan Stalinisme.
                Sebenarnya sosok Stalin bukan sesuatu yang diharapkan. Lenin cenderung berharap agar penggantinya adalah Leon Trotsky. Nyatanya, dalam testamen politiknya Lenin menandaskan bahwa Stalin terlampau keras dan mesti disingkirkan dari kedudukan Sekretaris Jendral partai. Tetapi, sesudah Lenin tiada di awal tahun 1924, Stalin menggantikannya seraya menyembunyikan testamen Lenin. Stalin dikenal sebagai sosok yang menghalalkan segala cara untuk menjadi penguasa tunggal dan mempertahankannya. Pada masanya, selalu dating ancaman terror dan pembunuhan. Mulai 1934, Stalin telah melakukan berbagai pembersihan terhadap lawan politik, termasuk teman dekatnya sendiri, apabila dianggap mengganggu stabilitas kekuasaanya. Pembunuhan Sergei Kirov, 1 Desember 1934, disinyalir beberapa kalangan didalangi oleh Stalin. Padahal diketahui bahwa Kirov merupakan salah satu petinggi komunis dan penasihan Stalin. 
                Stalinisme merupakan sebuah system hubungan kemasyarakatan dan politik kekuasaan yang mendominasi pemerintahan dictator Stalin. Stalin mengusung ide “Komunisme Internasional” (Komintern) setelah Perang Dunia ke II untuk menjaga kekuasaanya dengan memperkuat system birokrasinya, represi masal, penghapusan demokrasi, dan persamaan nasional. System ini memuncak dengan terbentuknya kultus individi yang bertumpu pada figure Stalin. Rezim totaliter pemimpinan Stalin tidak memungkinkan adanya kebebasan ide dan kebebasan berpikir. Rezim ini lah yang akan menjadi bom waktu bagi rusaknya bangunan sosialisme itu sendiri yang berakhir dengan runtunya Uni Soviet di decade akhir abad XX. 
                Stalin dengan struktur birokrasi yang diciptakannya, menempatkan seluruh elemen negara di bawah kekuasaanya. Mulai dari kepemimpinan Partai (Komunis) Stalin membawahi Komita Sentral (CK) PKUS, membawahi Dewan Komisariat Rakyat (Dewan Menteri), memimpin Komite Keamanan Negara (GKO), sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata dan sebagainya. Lembaga Polisi Rahasia yang bertugas mengawasi setiap aktivitas warga negara yang dianggap subversive atas nama stabilitas dan keamanan negara. Lembaga keamanan tersebut dalam sejarah Russia, khususnya pada masa Uni Soviet, memiliki banyak nama, namun KGB (Polisi Rahasia) adalah nama yang paling popular di seluruh dunia. Pada masa stalin Polisi Rahasia menjadi salah satu isntrumen represif bagi penguasa untuk mempertahaknan kekuasaannya.
                KGB ( Komitet Gosudarstvennoy Bezopsnosti ) pada dasarnya adalah sebuah komisi keamanan negara yang dibentuk pada tanggl 13 Maret 1954 dengan nama lengkap KGB SSSR (KGB Uni Soviet) yang berada di bawah Dewan Menteri Uni Soviet. Dari tahun dibentuknya hingga 1958 dikepalai oleh I.A. Serov. Cikal bakal KGB adalah organisasi yang diusulkan oleh Feliks Dzerhinsky kepada Lenin. Organisasi itu bernama VCK (Jomite Darurat Seluruh Rusia) yang kemudian berubah menjadi CK (Komite Darurat. Istilah “Cheka” merupakan istilah popular dari Komite Darurat tersebut. VCK dibentuk pada 20 Desember 1917.
                Stalin muncul sebagai Perdana Menteri Uni Soviet di tahun 1924 menggantikan Vladimir Lenin. Sifat kediktarorannya mulai muncul. Ia mengusir lawan-lawan politiknya dan juga orang-orang yang tak suka dengan gaya kepemimpinannya. Bahkan, ia tak segan – segan untuk membunuh orang-orang yang berbahaya bagi kelanjutan karir politiknya. Dan juga, siapapun yang bertahan di Soviet akan ia perlakukan dengan kejam sekalipun itu rekan politiknya sendiri. Mereka-mereka itu oleh Stalin dianggap sebagai musuh-musuh negara dan patut untuk dihilangkan dari muka bumi ini. 
                Tokoh satu ini dikenal sebagai salah satu diktator yang mengubah wajah Rusia menjadi salah satu negara terkuat didunia bersaing dengan Amerika Serikat. Losif Vissarionovich Dzugashvili, Dunia mengenalnya dengan Joseph Stalin (1879-1953), yang bertahun-tahun jadi diktator proletariat Uni Soviet. Dilahirkan tahun 1879 di kota Gori, Georgia di Kaukasus dan bahasa asalnya pun Georgia, yang jauh berbeda dengan bahasa Rusia. Baru belakangan bahasa Rusia dipelajarinya. Dia dibesarkan dalam keluarga yang bisa dikatakan kurang mampu atau miskin. Ayahnya berkerja sebagai tukang sol sepatu yang gemar mabuk dan menggebuki anaknya . Orang tidak mengira bahwa anak yang lahir dari keluarga penganut Ortodoks yang taat ini akhirnya menjadi pemimpin yang paling ditakuti dalam sejarah Uni Soviet, bahkan mungkin sepanjang abad XX.
                Pada masa Stalin terjadi banyak terror, penderitaan dan kematian. Ada sekitar 20 juta korban, 14,5 juta mati sia – sia karena kelaperan, sekitar 1 juta orang yang mati karena pelanggaran politik, dan 9,5 juta lebih dideportasi dipenjara dan diasingkan di tempat – tempat yang terpencil dan pengap. Tetapi dibalik kekejamannya, Stalin merupakan sosok yang ulet, pekerja keras, teguh penderian dan angkuh. Karakter itulah yang mengantarkan Stalin menjadi sosok dictator yang otoriter.
                Gulag merupakan salah satus sitem represi Stalin yang paling mengerikan dalam sejarah Uni Soviet yang mana hal ini dikenal dengan Gulag dan Deportasi. Selama ini orang mengidentikkan Kamp kerja paksa (Gulag) dengan Siberia. Banyak orang menilai bahwa Siberia adalah daerah “pembuangan” bagi mereka yang dihukum baik karena kejahatan criminal ataupun politik. Namun hal ini pada dasarnya merta di seluruh bagian Uni Soviet. Gulag adalah akronim dari Glavnoe Upravlenia Lagerei atau Diroktorat Utama Kamp, yakni sebuah lembaga yang mengelola system rumah tahanan (kamp) dan rehebilitasi di seluruh Uni Soviet. Awalnya lembaga ini di fungsikan untuk merehabilitasi oara criminal dan kaum revolusioner agar mereka bisa “diubah” menjadi orang – orang yang antusias pada pembangunan komunisme.
                Pada gilrannya Gulag yang dibangga – banggakan sebagai suatu bentuk patriotrisme ini berubah menjadi “neraka dunia” bagi para penghuninya. Selain karena masa criminal, seseorang bisa dijebloskan ke Gulag karena berbagai alasan termasuk alasan politik seperti : penghkhianatan negara, subvensi, pembocoran rahasia negara dan sebagainya. Teror Gulag terungkap sepeninggal Stalin, dimana oenggantinya Nikita Khruscev dengan program Destalinisasi mengungkap berbagai kejahatan seputar Kamp konsentrasi.
                Deportasi pada tahun 1936 hingga tahun 1952 tercatat sekitar 3 juta warga soviet dari berbagai suku bangsa dipindahkan secara paksa ke wilayah – wilayah yang jauh dari tempat asalnya. Kebijakan ini ditujukan pada berbagai pada berbagai suku – suku yang di curigai terlibat pemberontakan, pengkhianatan kepala negara dan sebagainya. Kebijakan represif Stalin ini dihentikan setelah dictator itu meninggal di tahun 1953.   
                Dalam Perang Dunia II (1939-1945), Stalin dan Hitler menandatangani perjanjian (Non – Agression). Sayangnya perjanjian tidak berlangsung lama. Kubu Soviet yang dipimpin Stallin berpihak kepada pihak Sekutu. Pihak ini melawan kubu Adolf Hitler serta Nazi Jerman. Dengan mengerahkan seluruh pasukan yang ada, ia melakukan penyerbuan ke Stalingrad. Hal ini tentu menimbulkan banyaknya korban jiwa terutama warga sipil Uni Soviet. Akhirnya Uni Soviet berhasil menduduki Tembok Berlin. Peristiwa ini mengantarkan kekuasaan dan kedigdayaan Uni Soviet bertambah besar dan dikenal di berbagai negara di dunia.
                Di sisa-sisa akhir hayatnya, ia masih memiliki kekuatan untuk menaklukkan lawan politiknya meskipun dengan keterbatasan kondisi yang dimilikinya. Ia memerintahkan pasukannya untuk menahan dokter-dokter di Moskow atas tuduhan pembunuhan terhadap pejabat tinggi Rusia. Nampaknya, memang ini merupakan usaha Stallin untuk melakukan pembersihan kembali di negaranya. Belum sempat melakukan itu, Stalin harus menemui ajalnya. Ia meninggal di tanggal 5 Maret 1953.


Kesimpulan

                Terlepas dari berbagai bentuk kebijakan yang selalu menuai kontroversi dan kecaman, Stalin tetap mempunyai sisi – sisi positif yang pernah dilakukan untuk Soviet. Stalin adalah orang yang sangat komitmen terhadap kebijakan - kebijakannya. Apapun caranya akan dilakukan demi terwujudnya visi dan misi kepemimpinan. Sebagain besar rakyat mendukung berbagai gagasan dan kebijakan yang telah digulirkan oleh Stalin. Komitmen yang tegas dan keras ternyata memberikan sumbangsih yang besar bagi perkembangan industry dan pendidikan. Uni Soveit pun pernah mengalahkan Jerman pada Perang Dunia II.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar