Yoseph Stalin :
Si Diktator Bertangan Besi
Oleh Yuli
Lestari/201310360311122
Dosen
Pembimbing : Hafid Adim Pradana, MA
Pendahuluan
Dalam
sidang III Dewan Pekerja, Militer, dan Petani di Petrograd pertengahan Januari
1918, Kaum Bolselrvik meresmikan berdirinya Republik Soviet Rusia yang telah
diproklamirkan pada siang sebelumnya pada tanggal 7 November 1917 dan mengubah
namanya menjadi RSFRS (Republik Soviet Sosialis Federasi Rusia) . Sementara itu
di arena internasional, Rusia tengah terlibat dalam perang dunia I. Sebagaimana
amanat Sidang II Soviet Seluruh – Rusia tentang Dekrit Perdamaian ,
pemerintahan Bolsevik mendatangani damai dengan Jerman dan sekutunya.
Berakhirnya perang saudara yang
mendapatkan dukungan penuh dari kekuatan tentara merah, terbentuklah 6 republik
(Soviet) yang berdaulat secara formal di wilayah bekas Imperium Rusia yakni :
Rusia (RSFSR), Ukraina, Belorusia, Azerbaijan, Armenia, dan Georgia. Keenam
negara tersebut merdeka pada tahun yang hamper bersamaan dalam perang masa
Perang Saudara. Jika Rusia (RSFRS) terbentuk pada tahun 1918 Ukraina telah
terbentuk pada bulan Desember tahun 1817. Sedangkan Belorusia baru terbentuk
pada bulan Januari 1919, Azerbaijan terbentuk pada bulan April 1920, Armenia
terbentuk pada bulan November tahun 1920, dan Gerogia pada Februari tahun 1921.
Lenin mendukung terbentuknya Uni
Republik Sosialis Soviet (Uni Soviet) berdasarkan bentuk federasi, persamaan
dan sukarela. Ini didukung dalam plenum Oktober Komite Sentralpartai pada tahun
1922. Di sisi lain stalin lebih melihat pada ide pembentukan Uni Soviet pada
Otomisasi, dimana republic – republic baru itu masuk kedalam struktur RSFRS.
Namun, kemudian usul lenin (system Uni Soviet) lebih diterima oleh masyarakat.
Deklarasi tentang pembentukan
Uni Soviet (USSR) yang terdiri dari RSFSR (Rusia), USSR (Ukraina), BSSR
(Belarus), ZSSR (Zakaukasus, yakni : Gerogia, Armenia, dan Azerbaijan)
diresmikan pada siding I seluruh – soviet tanggal 30 desember 1922. Dalam
kesempatan tersebut juga disahkan Perjanjian Uni yang menjadi dasar eksistensi
negara ini. Dengan demikian tanggal 30 desember 1922 merupakan hari lahirnya Soyuz Sovietskih Sostsialisticheskih
Respublik/SSSR atau Uni Soviet-Soviet Republik Sosialis atau yang
dipendekkan menjadi Uni Soviet.
Beberapa tahun sejak
kelahirannya, Uni Soviet yang mengusung semboyan : “Proletar Seluruh Negara
Bergabunglah!” mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada tahun 1924 telah
bergabung Uzbekistan dan Turkmenistan, lalu disusul Tadjikistan (1929),
Kizgizia dan Kazakhstan (1936). Negara – negara Baltik seperti : Lituania,
Estonia, dan Latvia bergabung pada tahun 1940.
Sebagai sebuah negara yang
terbentuk dari ide dibangunnya masyarakat Sosialis, Uni Soviet menempatkan ide
Komunisme dan Partai Komunis pada posisi yang sangat sentral. Akibatnya, system
politik yang monopartai dianggap sebagai suatu keharusan. Upaya oposisi
terhadap partai di persepsi sebagai perlawanan terhadap ide komunisme yang
disakralkan.
Tahun 1898 Stalin bergabung
menjadi anggota pasrtai Komunis (RSDRP) di usia 19 tahun. Kurang dari 15 tahun
setelah itu ia telah menduduki jabatan sebagai Anggot Komite Sentral partai. Atas
rekomendasi Lenin, April 1922 Stalin diangkat sebagai Sekjen Komite Sentral
Partai Komunis Rusia (Boshelvik). Walaupun menjelang akhir tahun 1922 Lenin
pernah menyarankan agar Stalin dipindah ke jabatan lain, namun pada kenyataanya
jabatan itu tetap di duduki Stalin hingga kurang lebih 30 tahun kedepan.
Sejak meninggalnya Lenin (1924)
pucuk pemimpinan negara yang identik dengan kepemimpinan Partai Komunis
terpecah sedikitnya dalam dua faksi : kubu Stalin dan kubu Trotsky. Perebutan
pengaruh untuk mengisi puncak kekuasaan terjadi sejak saat itu. Stalin
menggantikan Lenin dan menguasai Partai Komunis Uni Soviet sekaligus pimpinan
negara. Ia memperkuat struktur birokrasi dan melancarkan kebijakan represif
untuk menghancurkan lawan – lawan politiknya. Dalam upaya untuk mempertahankan kekuasaan di
tengah – tengah rongrongan lawan – lawan politiknya, Stalin menjalankan
kebijakan yang dikenal dengan Stalinisme.
Sebenarnya sosok Stalin bukan
sesuatu yang diharapkan. Lenin cenderung berharap agar penggantinya adalah Leon
Trotsky. Nyatanya, dalam testamen politiknya Lenin menandaskan bahwa Stalin
terlampau keras dan mesti disingkirkan dari kedudukan Sekretaris Jendral
partai. Tetapi, sesudah Lenin tiada di awal tahun 1924, Stalin menggantikannya
seraya menyembunyikan testamen Lenin. Stalin dikenal sebagai sosok yang
menghalalkan segala cara untuk menjadi penguasa tunggal dan mempertahankannya.
Pada masanya, selalu dating ancaman terror dan pembunuhan. Mulai 1934, Stalin
telah melakukan berbagai pembersihan terhadap lawan politik, termasuk teman
dekatnya sendiri, apabila dianggap mengganggu stabilitas kekuasaanya.
Pembunuhan Sergei Kirov, 1 Desember 1934, disinyalir beberapa kalangan
didalangi oleh Stalin. Padahal diketahui bahwa Kirov merupakan salah satu
petinggi komunis dan penasihan Stalin.
Stalinisme merupakan sebuah
system hubungan kemasyarakatan dan politik kekuasaan yang mendominasi
pemerintahan dictator Stalin. Stalin mengusung ide “Komunisme Internasional”
(Komintern) setelah Perang Dunia ke II untuk menjaga kekuasaanya dengan memperkuat
system birokrasinya, represi masal, penghapusan demokrasi, dan persamaan
nasional. System ini memuncak dengan terbentuknya kultus individi yang bertumpu
pada figure Stalin. Rezim totaliter pemimpinan Stalin tidak memungkinkan adanya
kebebasan ide dan kebebasan berpikir. Rezim ini lah yang akan menjadi bom waktu
bagi rusaknya bangunan sosialisme itu sendiri yang berakhir dengan runtunya Uni
Soviet di decade akhir abad XX.
Stalin dengan struktur birokrasi
yang diciptakannya, menempatkan seluruh elemen negara di bawah kekuasaanya.
Mulai dari kepemimpinan Partai (Komunis) Stalin membawahi Komita Sentral (CK)
PKUS, membawahi Dewan Komisariat Rakyat (Dewan Menteri), memimpin Komite
Keamanan Negara (GKO), sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata dan sebagainya.
Lembaga Polisi Rahasia yang bertugas mengawasi setiap aktivitas warga negara
yang dianggap subversive atas nama stabilitas dan keamanan negara. Lembaga
keamanan tersebut dalam sejarah Russia, khususnya pada masa Uni Soviet,
memiliki banyak nama, namun KGB (Polisi Rahasia) adalah nama yang paling
popular di seluruh dunia. Pada masa stalin Polisi Rahasia menjadi salah satu
isntrumen represif bagi penguasa untuk mempertahaknan kekuasaannya.
KGB ( Komitet Gosudarstvennoy Bezopsnosti ) pada dasarnya adalah sebuah
komisi keamanan negara yang dibentuk pada tanggl 13 Maret 1954 dengan nama
lengkap KGB SSSR (KGB Uni Soviet) yang berada di bawah Dewan Menteri Uni
Soviet. Dari tahun dibentuknya hingga 1958 dikepalai oleh I.A. Serov. Cikal
bakal KGB adalah organisasi yang diusulkan oleh Feliks Dzerhinsky kepada Lenin.
Organisasi itu bernama VCK (Jomite Darurat Seluruh Rusia) yang kemudian berubah
menjadi CK (Komite Darurat. Istilah “Cheka” merupakan istilah popular dari
Komite Darurat tersebut. VCK dibentuk pada 20 Desember 1917.
Stalin muncul sebagai Perdana
Menteri Uni Soviet di tahun 1924 menggantikan Vladimir Lenin. Sifat
kediktarorannya mulai muncul. Ia mengusir lawan-lawan politiknya dan juga
orang-orang yang tak suka dengan gaya kepemimpinannya. Bahkan, ia tak segan –
segan untuk membunuh orang-orang yang berbahaya bagi kelanjutan karir
politiknya. Dan juga, siapapun yang bertahan di Soviet akan ia perlakukan
dengan kejam sekalipun itu rekan politiknya sendiri. Mereka-mereka itu oleh
Stalin dianggap sebagai musuh-musuh negara dan patut untuk dihilangkan dari
muka bumi ini.
Tokoh satu ini dikenal sebagai
salah satu diktator yang mengubah wajah Rusia menjadi salah satu negara terkuat
didunia bersaing dengan Amerika Serikat. Losif Vissarionovich Dzugashvili,
Dunia mengenalnya dengan Joseph Stalin (1879-1953), yang bertahun-tahun jadi
diktator proletariat Uni Soviet. Dilahirkan tahun 1879 di kota Gori, Georgia di
Kaukasus dan bahasa asalnya pun Georgia, yang jauh berbeda dengan bahasa Rusia.
Baru belakangan bahasa Rusia dipelajarinya. Dia dibesarkan dalam keluarga yang
bisa dikatakan kurang mampu atau miskin. Ayahnya berkerja sebagai tukang sol
sepatu yang gemar mabuk dan menggebuki anaknya . Orang tidak mengira bahwa anak
yang lahir dari keluarga penganut Ortodoks yang taat ini akhirnya menjadi
pemimpin yang paling ditakuti dalam sejarah Uni Soviet, bahkan mungkin
sepanjang abad XX.
Pada masa Stalin terjadi banyak
terror, penderitaan dan kematian. Ada sekitar 20 juta korban, 14,5 juta mati
sia – sia karena kelaperan, sekitar 1 juta orang yang mati karena pelanggaran
politik, dan 9,5 juta lebih dideportasi dipenjara dan diasingkan di tempat –
tempat yang terpencil dan pengap. Tetapi dibalik kekejamannya, Stalin merupakan
sosok yang ulet, pekerja keras, teguh penderian dan angkuh. Karakter itulah
yang mengantarkan Stalin menjadi sosok dictator yang otoriter.
Gulag merupakan salah satus
sitem represi Stalin yang paling mengerikan dalam sejarah Uni Soviet yang mana
hal ini dikenal dengan Gulag dan Deportasi. Selama ini orang mengidentikkan
Kamp kerja paksa (Gulag) dengan Siberia. Banyak orang menilai bahwa Siberia
adalah daerah “pembuangan” bagi mereka yang dihukum baik karena kejahatan
criminal ataupun politik. Namun hal ini pada dasarnya merta di seluruh bagian
Uni Soviet. Gulag adalah akronim dari Glavnoe Upravlenia Lagerei atau
Diroktorat Utama Kamp, yakni sebuah lembaga yang mengelola system rumah tahanan
(kamp) dan rehebilitasi di seluruh Uni Soviet. Awalnya lembaga ini di fungsikan
untuk merehabilitasi oara criminal dan kaum revolusioner agar mereka bisa
“diubah” menjadi orang – orang yang antusias pada pembangunan komunisme.
Pada gilrannya Gulag yang
dibangga – banggakan sebagai suatu bentuk patriotrisme ini berubah menjadi
“neraka dunia” bagi para penghuninya. Selain karena masa criminal, seseorang
bisa dijebloskan ke Gulag karena berbagai alasan termasuk alasan politik
seperti : penghkhianatan negara, subvensi, pembocoran rahasia negara dan
sebagainya. Teror Gulag terungkap sepeninggal Stalin, dimana oenggantinya
Nikita Khruscev dengan program Destalinisasi mengungkap berbagai kejahatan
seputar Kamp konsentrasi.
Deportasi pada tahun 1936 hingga
tahun 1952 tercatat sekitar 3 juta warga soviet dari berbagai suku bangsa
dipindahkan secara paksa ke wilayah – wilayah yang jauh dari tempat asalnya.
Kebijakan ini ditujukan pada berbagai pada berbagai suku – suku yang di curigai
terlibat pemberontakan, pengkhianatan kepala negara dan sebagainya. Kebijakan
represif Stalin ini dihentikan setelah dictator itu meninggal di tahun 1953.
Dalam Perang Dunia II
(1939-1945), Stalin dan Hitler menandatangani perjanjian (Non – Agression).
Sayangnya perjanjian tidak berlangsung lama. Kubu Soviet yang dipimpin Stallin
berpihak kepada pihak Sekutu. Pihak ini melawan kubu Adolf Hitler serta Nazi
Jerman. Dengan mengerahkan seluruh pasukan yang ada, ia melakukan penyerbuan ke
Stalingrad. Hal ini tentu menimbulkan banyaknya korban jiwa terutama warga
sipil Uni Soviet. Akhirnya Uni Soviet berhasil menduduki Tembok Berlin. Peristiwa
ini mengantarkan kekuasaan dan kedigdayaan Uni Soviet bertambah besar dan
dikenal di berbagai negara di dunia.
Di sisa-sisa akhir hayatnya, ia
masih memiliki kekuatan untuk menaklukkan lawan politiknya meskipun dengan
keterbatasan kondisi yang dimilikinya. Ia memerintahkan pasukannya untuk
menahan dokter-dokter di Moskow atas tuduhan pembunuhan terhadap pejabat tinggi
Rusia. Nampaknya, memang ini merupakan usaha Stallin untuk melakukan
pembersihan kembali di negaranya. Belum sempat melakukan itu, Stalin harus
menemui ajalnya. Ia meninggal di tanggal 5 Maret 1953.
Kesimpulan
Terlepas dari berbagai bentuk
kebijakan yang selalu menuai kontroversi dan kecaman, Stalin tetap mempunyai
sisi – sisi positif yang pernah dilakukan untuk Soviet. Stalin adalah orang
yang sangat komitmen terhadap kebijakan - kebijakannya. Apapun caranya akan
dilakukan demi terwujudnya visi dan misi kepemimpinan. Sebagain besar rakyat
mendukung berbagai gagasan dan kebijakan yang telah digulirkan oleh Stalin.
Komitmen yang tegas dan keras ternyata memberikan sumbangsih yang besar bagi
perkembangan industry dan pendidikan. Uni Soveit pun pernah mengalahkan Jerman
pada Perang Dunia II.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar