Selasa, 15 Desember 2015

Gerakan Islam Transnasional di Indonesia
Islam transnasional merupakan istilah yang relatif baru dalam konteks wacana pemikiran Islam di Indonesia. Istilah ini muncul seiring dengan bergulirnya reformasi politik di Indonesia tahun 1998, yang ditandai dengan munculnya kekerasan, pengkafiran sesama Islam, pemaksaan keyakinan, perilaku agama dan ideologi seperti kasus Ahmadiyah, perampasan masjid NU dan sarana ekonomi Muhamadiyah, lewat berbagai cara licik, bahkan diwujudkan dengan peledakan bom yang sasarannya pada agama nasrani, perwakilan kedutaan dan aset asing, khususnya Amerika. Dibeberapa tempat seperti ambon dan poso terjadi perlawanan dari kaum nasrani, tidak sedikit korban dan kerugian material dari kedua bela pihak. Kejadian ini pasti mengejutkan sebagian besar umat Islam dan bangsa indonesia pada umumnya.

Banyak orang telah mengenal dan mengetahui gerakan islam di Indonesia seperi halnya Ikhwanul Muslimin ataupun HTI. Namun, apakah mereka tau mana gerakan islam yang bersifat transaional itu sendiri ? baiklah, dibawah ini saya akan menjelaskan mengenai ciri - ciri gerakan islam transnasional.
ciri - ciri :

1. Bersifat transnasional. Melewati batas - batas negara. Tidak hanya terkotak kepada satu negara saja. melainkan mampu masuk dalam wilayah - wilayah negara lain. 
2. Ideologi gerakan tidak lagi bertumpu pada konsep nation-state, melainkan konsep umat. Segala hak yang diperjuangan tidak lagi untuk kepentingan negara melainkan lebih kepada kepentingan umat islam di dunia. 
3. Didominasi oleh corak pemikiran skripturalis fundamentalisme atau radikal.
4. Secara parsial mengadaptasi gagasan dan instrumen modern. 

Nah, kita sudah mengetahui ciri - ciri yang mampu menjelaskan serta menunjukkan gerakan - gerakan islam yang bersifat transnasional.
Indonesia merupakan salah satu Negara muslim terbesar di dunia. Mayoritas penduduknya menganut ajaran agama islam. Hal ini tentunya menjadikanya “sasaran empuk” bagi gerakan – gerakan islam yang mulai mengepakkan sayapnya di berbagai Negara lain. Dirasa memang Indonesia menjadi sasaran yang bagus juga disebabkan oleh banyaknya etnis – etnis yang berbeda sehingga cara pandang akan suatu hal pun terbuka lebar. Setelah merdekanya Indonesia pada tahun 1945 gerakan islam ini mulai menyebar dan menyatu dalam maysarakat Indonesia itu sendiri. Terdapat enam model gerakan Islam transnasional; Hizbut-tahrir, Ikhwanul muslimin, Salafi, Jihadi, Syi’ah, dan Jamaah Tablig. Keenam organisasi gerakan Islam itu disimpulkan berdasarkan kesamaan ciri ideologi sebagai berikut: Pertama, semua gerakan bersifat  transnasional, lintas bangsa, dan lintas-negara. Mereka mengembangkan jaringan gerakan dengan menciptakan sejumlah titik di berbagai negara, termasuk di negara-negara sekuler dan maju. Kedua,  ideologi gerakan ini tidak lagi bertumpu pada konsep nation-state, negara yang berbasis bangsa, melainkan konsep kesejahteraan umat di tingkat global. Kesatuan atau perwujudan umat secara utuh adalah tujuan yang hendak dikejar. Ketiga, secara parsial mereka mengadaptasi gagasan  dan instrumen modern seperti metode perjuangan politik, partai, hingga penggunaan teknologi informasi.  [1]




[1] Lihat Reform Review, Jurnal Untuk Kajian dan Pemetaan Krisis, Vol I. No. I, Desember 2015, hal. 63

Tidak ada komentar:

Posting Komentar