Islam vs Globalisasi!
Apa
itu globalisasi ? pertanyaan yang mendasar namun tekadang banyak berbagai
pandangan yang tidak sesuai dengan konten globalisasi. Memiliki berbagai
prespektif memandang globalisasi itu sendiri. Jadi, globalisasi adalah fenomena
yang tidak lagi dibatasi oleh
sekat-sekat geografi, budaya, dan ideologi politik sebuah negara, seolah sudah
menjadi suatu kepastian yang harus terjadi. Terjadinya globalisasi ini juga
mengurangi peran dari pemerintah sendiri karena individu bergerak sendiri dan
mampu langsung terhubung dengan individu – individu dari berbagai belahan dunia
lainnya. Munculla kekuatan – kekuatan baru yakni perusahan – perusahaan transnasional
yang mampu berperan secara nyata dalam arus globalisasi. Perusahaan tersebut adalah
perusahaan raksasa baik yang pabriknya berada di negara adikuasa dengan produk
yang menyebar ke mancanegara ataupun perusahaan yang mempunyai cabang di negara
berkembang.
Globalisasi
membawa kepada kecendrungan semacam homogenitas budaya. Budaya nasional
berinteraksi dengan budaya kosmopolitan dan budaya lokal pun akan berdampingan
dengan budaya kosmopolitan. Fenomena ini menimbulkan disparitas persepsi dari
berbagai pihak karena globalisasi dipandang sebagai problem mendasar yang ikut
menentukan kualitas manusia sekarang dan yang akan datang. Perpidahan atau
perubahan – perubahan yang akan terjadi akibat adanya arus yang tidak bisa
dihentikan akan menjadikan budaya local menjadi tidak pure melainkan akan ada
campuran dari budaya – budaya barat.
Trend
yang menjadikan hal ini mudah diterima
oleh masyarakat umum terutama anak muda yang akan mengikuti. Hingga muncllah
anggapan bahwa ketika kita tidak bisa mengikuti trend yang ada akan menjadi “kudet”
atau “kampungan”. Sehingga mereka merasa tidak ingin ketinggalan dan tetap
diterima di masyarakat “gaul” dan meninggalkan berbagai kebiasaan – kebiasaan yang
telah ada sejak lama. Seperti halnya banyak anak yang mulai melepas jilbab dan
memberikan warna rambutnya sesuai dengan Korean pop atupun lebih parahnya lagi
ciuman dianggap hal yang wajar bagi remaja zaman sekarang ini. Hanya itu
menimbulkan rasa gaul itu sendiri.
Permasalahan
ini pun akhirnya permasalahan yang perlu di bahas sehingga nantinya generasi –
generasi penerus bangsa menjadi generasi yang mampu menjaga kekhasan etnis dan
budaya yang ada di Indonesia ini. Tidak hanya pemerintah saja yang
bertanggungjawab akan adanya ini melainkan para komunitas agampun cukup berperan dalam memberikan
arahan terhadap perilaku – perilaku dengan menggunakan ilmu pengetahuan sebagai
dasar arahan untuk masyarakat.
Namun,
islam dipandang menjadi agama yang “kolot” dan ketinggalan jaman dikarenakan berbagai
larangan – larangan yang berasal dari al – quran tidak cocok dengan zaman sekarang
yang serba “bebas. Sehingga dirasa tidak cocok jika islam diterapkan dalam
zaman yang katanya modern ini.
Oleh
karena itu, komunitas agama perlu mempelajari ilmu pengetahuan yang ada relevansinya
dengan kebutuhan masyarakat sehingga menghadapi perubahan terutama perubahan
yang ditimbulkan oleh globalisasi. Globalisasi dapat mempengaruhi wawasan dan cakrawala
pikiran para santri pondok pesantren. Untuk menghindari pengaruh negatif globalisasi,
pesantren seharusnya menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak pada mereka dengan
pertimbangan syariat. Pengaruh globalisasi yang materialistis dan sekular
adalah sebuah realitas sosial. Globalisasi selain menjadi tantangan juga memberikan
peluang sehingga harus direspons secara arif. Sekularitas globalisasi tidaklah selalu
mempengaruhi sendi-sendi kehidupan agama.
Dari
penjabaran Islam dan globalisasi di atas maka bisa disimpulkan bahwa Islam tidak
mempersoalkan tentang perkembangan globalisasi. Kehadiran globalisasi justru membawa
perbaikan kepada manusia. Dalam globalisasi sangat menekankan adanya skema perdagangan
yang justru membawa manusia pada pekerjaan yang lebih. Globalisasi yang bersifat
kompetitif mendorong umat berupaya secara sistematik untuk memproses
pembangunan manusia menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, baik fisik
intelektual maupun moral.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar