Rabu, 23 Desember 2015

SERANGAN PARIS : ISLAMOPHOBIA MEMBENGKAK


Serangan paris yang terjadi pada tanggal 14 November 2015 merupakan serangan yang tidak terduga dan mengakibatkan banyak korban diakibatkan serangan tersebut. Sejauh ini informasi yang di dapatkan terdapat 129 orang tewas akibat serangan tersebut. Serangan yang cukup bisa dikatakan parah adalah serangan yang dilakukan saat konser music yang sedang berlangsung. Segerombolan ISIS yang mengklaim dirinya sebagai Negara islam secara random menembaki seluruh kerumunan penonton dan megancam penonton yang ada dalam ruangan.
Tidak hanya di satu lokasi juga ISIS menyerang beberapa titik lainnya seperti pada dekat Stade de France dan penembakan di restoran di pusat kota. Kita Tarik lagi ke beberapa hari yang lalu, ISIS juga pernah menyerang kantor Charlie Hebdo Tragedi Charlie Hebdo mengoyak sendi kehidupan di negeri yang memiliki moto liberte, egalite, dan fraternite itu. Prinsip kemerdekaan, keadilan dan persaudaraan yang didengungkan ratusan tahun dipertanyakan, apakah benar penerapannya? Akhirnya, pemerintahan perancis pun menutup perbatasan.
Hari dimana penyerangan itu terjadi pemerintahan paris mulai lebih memperketat kembali jalur masuknya orang –orang yang akan menuju ke paris. Mulai memberikan pertanyaan – pertanyaan yang lebih mendetail dan mengecek paspor penumpang secara detail sehingga dikhawatirkan orang – orang penyerang ini tidak kabur ataupun masuk yang lainnya. Dikhawatirkan kembali bahwa setahun ini perancis telahh diteror kurang lebih sebanyaki 13 kali terror berdarah. Penyerangan ISIS ini pun bisa dianalisa penyebabnya, dirasa ini merupakan perilaku atau sikap dari perancis sendiri yang bisa jadi disebabkan karena perancis yang mulai menyerang Suriah. Perancis mulai campur tangan dengan serangan di suriah. Tidak hanya itu warga imigrasi yang tinggal di Perancis pun wajib mengikuti peraturan – peraturan yang di buat oleh pemerintahan Perancis yang hal ini sesuai atau tidak dengan syariat islam. Politisi di Perancis, baik dari sayap kiri maupun kanan, sudah terbiasa menyalahkan Islam sebagai penyebab beragam bentuk problem sosial yang terjadi di sana. Problem sosial yang sebenarnya dipicu oleh diskriminasi di semua lini, termasuk dalam hak mendapatkan pekerjaan dan perumahan. Sebenarnya, tidak ada kaitannya dengan agama.
Hal ini menjadikan islamophobia muncul dan sangat berkembangpesat di perancis. Bagaimana masyarkat memandang agama islam sebagai agama yang menyebarkan kerusakan dan kehancuran di dunia ini. Ditambah lagi pemahaman masyarkat umum mengenai islam yang “kolot” dan tidak mengikuti arus globalisasi menambah anggapan buruk terhadap islam. Berbagai penolakan dan diskriminasi mengenai islam di daerah eropa atau amerika serikat dan beberapa bagian lainnya. Padahal itu semua tidak benar adanya. Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk saling membunuh sesama manusia. Islam mengajarkan kedamaian, saling membantu dan saling menghormati dengan agama lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar